Diana

Mama saya sangat menyukai Lady Diana. Saya lupa kenapa. Kalau mama masih ada, pasti saya akan tanya. Hmmm. Jadi, saya akan buat kesimpulan sendiri. Mungkin karena namanya sama. Iya, nama mama saya juga Diana. Diana Sari. Kadang – kadang dipanggil Dina. Kadang – kadang saya panggil, “Sari Roti”, wkwk. Durhaka ya saya? Maaf ma, saya bercanda kok. Habis, mama suka nyanyi sendiri kalo tukang rotinya lewat di depan rumah. Nyanyinya gini, “Sari roti, rotinya Diana Sari”. Kan jadi nempel terus di kepala. Kalo ada denger lagunya, otomatis jadi gitu kan saya nyayinya di dalam hati, fufufu. Nah,balik lagi ke atas. Kenapa mama saya suka Lady Diana. Mungkin karena namanya sama. Lalu, nama laki – laki yang meninggal bersama Lady Diana sama dengan nama papa saya. Beda tulisan sih. Laki – laki itu namanya Dodi Al Fayed. Nama papa saya Dudy S. S nya apa? Rahasiaaaaa..

Yasudahlah, apapun itu alasannya, maafkan anakmu yang pelupa ini ya mams. Tapi mama saya bener – bener suka lhoo sama Lady Diana. Oiya, ada nih mama pernah cerita. Pagi itu, papa berangkat kerja seperti biasa. Tiba – tiba, 3 atau 5 menit kemudian, papa balik lagi. Bunyiin klakson terus di depan rumah, manggil – manggil mama. Mama jadi kaget kan, ada apa ini, gitu mama tanya dalam hati – ya nggak tau juga sih mama nanya gitu atau enggak dalem hati –. Nah, pas mama keluar, ternyata papa cuma mau kasih kabar duka. Kira – kira gini deh bilangnya, “ Ma, Lady Diana meninggal ma”. Lanjutannya saya lupa. Saya lupa itu papa ada turun dari mobil atau enggak, apakah cuma teriak – teriak aja dari jendela mobil, saya lupa. Saya juga lupa gimana reaksi mama waktu itu. Sepertinya nggonduk deh, tapi saya lupa. Huwaaaa, saya lupaaa. Saya sudah tuaaaa. Bulan Juni tahun depan umur saya 22 tahun. Tahun depannya lagi 23 tahun. Saya mau nikah, yes! Aamiin. Doakan yaaa, ada yang mau menikahi sayaa..

Naah. Apa ya? Haha.

Jadi, saking sukanya sama Lady Diana, mama saya sampai punya bukunya. Buku biografi Lady Diana. Bukunya baaaaaagus sekali. Warna biru kalau saya tidak salah ingat. Kertasnya bagus. Kertas mahal. Saya tidak tahu apa itu jenis kertasnya. Yang pasti bukan sejenis kertas koran, kertas LKS, atau kertas buku tulis orang – orang. Kertasnya halus. Dan bikin saya jadi suka baca bukunya. Saya baca berkali – kali. Saya suka apa yang diceritakan buku itu tentang Lady Diana. Lady Diana yang cantik dan baik hati. Saya juga suka lihat gambarnya. Saya bayangkan kalau Lady Diana masih ada. Saya ingin bertemu. Saya ingin peluk. Saya ingin bilang kalau di rumah kami juga punya Lady Diana. Lady Diana Sari. ❤

Sedihnya, buku itu dipinjam tetangga dan tidak kembali. Gara – gara saya sih. Maaf ya ma, saya nakal. Walaupun mama bilang, anak – anak mama nggak ada yang nakal. Saya ingat mama sedikit cemberut waktu tetangga itu terlihat sangat bersemangat dan ingin pinjam. Saya ingat saya jadi bingung mau saya kasih pinjam atau tidak buku itu. Masa saya sudah promosi kalau itu buku bagus, lalu orangnya tertarik, saya tidak kasih dia pinjam? Saya kasih deh. Sewaktu saya kasih buku itu ke tetangga, sama melirik mama dengan raut wajah penuh penyesalan. Raut wajah sedih. Kwaci, 8 tahun, terlihat sedih saat menyerahkan buku kesayangan mama ke tetangga. Hiks.

Mama menyukai Lady Diana. Mama pasang gambar Lady Diana yang mama ambil di internet di meja kantor mama. Tapi mama tidak pasang gambar Pangeran Charles di samping gambar Lady Diana. Di samping Lady Diana, mama pasang gambar Richard Gere. Ganteng sih. Sekali. Ganteng sekali. Awalnya saya lihat Richard Gere biasa saja. Saya lebih suka Keanu Reeves dan Jim Carrey. Kata mama, njeglek sekali selera saya. Keanu Reeves nya sih oke. Jim Carrey nya… Bukan cuma mama sih, orang – orang generasi mama juga begitu bilangnya, sama seperti mama. Padahal Jim Carrey ganteng ya. Saya nggak tahu sampai sekarang dimana letak kejelekan Jim Carrey nya. Kalau saya dijodohkan dengan Jim Carrey sewaktu dia masih muda, saya tidak akan tolak.

Okay lanjut.

Mama suka sekali dengan Richard Gere. Papa juga tahu itu. Tapi papa saya tidak cemburu. Tidak akan cemburu. Malah aneh kalau papa saya cemburu. Untuk apa cemburu, toh mama saya juga tidak akan ada macam – macam dengan Richard Gere. Malah, papa saya pernah membelikan dvd Richard Gere untuk mama. Judulnya Autumn in New York. Lalu papa saya kesal. Kesal karena mama tidak punya waktu nonton. Akhirnya, malam – malam papa paksa mama saya nonton. Nonton berdua. Pemaksaan! Tapi so sweet.. Papa mama saya memang so sweet. Mama pernah cerita, dulu sewaktu saya kecil, saya pernah ditinggal di rumah malam – malam. Papa mama pergi nonton konser Chrisye. Saya tidur di rumah, tidak tahu apa – apa. Huft!

Richard Gere. Akhirnya saya suka Richard Gere. Gara – gara nya, sewaktu mama saya sakit, mama bilang mama ingin nonton Pretty Woman. Saya cari film itu dan alhamdulillah dapat J Saya ikut nonton. Sejak hari itu, I’m so into you, Richard ❤

Sudah yaa. Ini ada foto – foto.

 

lady-diana

 

richard-gere

 

keanu-reeves

 

Film and Television

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s